Welcome to my blog guys..

Perbedaan Migrain dengan Aura dan Tanpa Aura

Migrain ialah  salah satu jenis sakit kepala yang bisa  menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Ada dua jenis migrain yang bisa  terjadi, yakni  migrain dengan aura dan tanpa aura. Kedua jenis migrain ini dapat dipisahkan  dari gejalanya.

Sakit kepala dampak  migrain lazimnya  terasa di satu sisi kepala, dengan intensitas sedang sampai  berat. Namun, migrain perlu dipisahkan  dengan sakit kepala sebelah. Di samping  kepala terasa berdenyut, migrain dapat menciptakan  penderitanya merasakan  mual, muntah, dan lebih sensitif terhadap cahaya maupun suara.



Di samping  itu , sejumlah  penderita migrain pun  dapat merasakan  “aura”, yaitu sebuah  gejala dampak  gangguan pada sistem saraf yang terjadi sesaat sebelum atau bersamaan dengan timbulnya  sakit kepala dan fenomena  migrain lainnya. Aura seringkali  diikuti oleh sakit kepala, sangat  lama 60 menit setelahnya.

Karakteristik Aura
Gejala aura ini dapat  terjadi pada 15-30% penderita migrain. Aura umumnya hadir  secara bertahap tiap 5-20 menit, dan hanya dilangsungkan  antara 5-60 menit, kecuali fenomena  aura motorik yang dapat dilangsungkan  hingga 72 jam. Di samping  itu, penderita migrain dapat  saja merasakan  dua atau lebih fenomena  aura yang bertolak belakang  secara berturut-turut.

Gejala aura perlu dipisahkan  dengan fenomena  prodromal dan postdromal, yaitu fenomena  yang terjadi sebelum dan setelah  migrain.

Gejala prodromal terjadi sejumlah  jam atau 1-2 hari sebelum timbulnya  migrain, yang seringkali  berupa kelelahan, susah  berkonsentrasi, leher kaku, sensitif terhadap cahaya atau suara, mual, pandangan kabur, tidak jarang  menguap, dan muka pucat.

Sedangkan fenomena  postdromal terjadi sesudah  sakit kepala hilang, yang seringkali  berupa keletihan  dan evolusi  suasana hati (bisa lebih gembira atau sedih) sampai  48 jam sesudah  migrain hilang.

Jenis Aura pada Penyakit Migrain
Aura pada migrain dipisahkan  menjadi dua macam, yakni  aura khas dan tidak khas. Yang tergolong  aura khas ialah  aura visual (penglihatan), sensorik, dan bicara/bahasa. Sedangkan yang tergolong  aura tidak khas ialah  aura motorik, batang benak  (brainstem), dan retina.

1. Aura visual
Aura visual atau penglihatan adalah aura yang paling pelbagai  wujudnya, seperti:

Melihat kilatan atau kelap-kelip cahaya.
Pandangan menjadi kabur atau berkabut.
Muncul bintik buta atau lokasi  gelap pada pandangan.
Melihat garis zig-zag atau berwarna-warni.
Melihat titik-titik, bulatan, atau format  tertentu.
Lapang pandang menyempit atau kebutaan sementara.
2. Aura sensorik
Aura ini seringkali  berupa sensasi laksana  ditusuk-tusuk jarum (pins and needles) dan kesemutan atau kebas, yang dapat  muncul di mana saja pada satu sisi tubuh, kemudian  menyebar secara perlahan.

3. Aura bicara atau bahasa
Aura ini ditandai dengan afasia, yaitu kendala  untuk berkomunikasi dengan orang lain. Orang yang merasakan  aura ini barangkali  sulit guna  menilai  ucapan-ucapan  yang tepat, sulit mengetahui  tulisan atau ucapan, susah  berkonsentrasi, tampak  kebingungan, bicaranya laksana  bergumam, atau bicara melantur.

4. Aura motorik
Aura motorik ditandai dengan kekurangan  pada di antara  sisi anggota gerak. Umumnya, aura ini dilangsungkan  kurang dari 72 jam. Namun pada sejumlah  pasien, bisa  bertahan sekitar  berminggu-minggu. Aura motorik dapat  terjadi bareng  dengan aura sensorik.

5. Aura batang otak
Aura batang benak  ditandai dengan minimal  dua dari fenomena  berikut, yang dapat  hilang dengan sendirinya secara total, yaitu:

Gangguan bicara
Kepala laksana  berputar
Telinga berdenging
Gangguan pendengaran
Pandangan ganda
Ataksia (gangguan koordinasi gerakan tubuh)
Penurunan kesadaran
6. Aura retina
Aura ini serupa  dengan aura visual, yang ditandai dengan kilatan cahaya, bintik hitam, atau kebutaan sementara, tetapi  terjadi berulang kali pada di antara  sisi mata saja.

Perbedaan Migrain dengan Aura dan Tanpa Aura
Sampai sekarang, semua  peneliti dan dokter belum bisa  menilai  apakah migrain dengan atau tanpa aura adalah penyakit bertolak belakang  atau adalah dua proses dari suatu  penyakit yang sama.

Adanya aura dengan atau tanpa sakit kepala sudah dapat  dikatakan sebagai migrain dengan aura. Migrain dengan aura yang tidak disertai sakit kepala disebut pun  dengan silent migraine. Sebaliknya, diagnosis migrain tanpa aura lebih ditekankan pada fenomena  sakit kepala dan fenomena  penyertanya, laksana  mual, muntah, atau sensitif terhadap cahaya dan suara.

Meski begitu, penyembuhan  migrain dengan aura maupun tanpa aura tidak berbeda, karena fenomena  aura sendiri tidak membutuhkan  penanganan khusus.

Berdasarkan sejumlah  penelitian, penderita migrain dengan aura mempunyai  risiko lebih tinggi untuk merasakan  stroke dampak  penyumbatan (stroke iskemik), fibrilasi atrium, dan penyakit jantung koroner, bila  dikomparasikan  dengan penderita migrain tanpa aura.

Hal ini pun  penting diacuhkan  oleh penderita migrain dengan aura yang sedang memakai  KB hormonal atau merokok, sebab  kedua hal  tersebut dapat  meningkatkan risiko stroke yang lebih tinggi lagi. Oleh karena  itu, perempuan  yang merasakan  migrain dengan aura usahakan  berkonsultasi dulu dengan dokter bila  berkeinginan  menggunakan KB hormonal.

Gejala aura tidak jarang  sulit dipisahkan  dengan gangguan saraf lainnya yang lebih serius, laksana  stroke, TIA (transient ischaemic attack) atau stroke ringan, dan epilepsi. Jadi, periksakan ke dokter sesegera mungkin andai  Anda baru kesatu  kali merasakan  aura, terutama andai  keluhan ini hadir  setelah Anda merasakan  cedera kepala atau sakit kepala yang hebat.

Anda pun  perlu mendatangi  dokter andai  mengalami fenomena  aura yang hadir  mendadak, bertahan lebih dari satu jam, melulu  terjadi pada satu sisi mata, atau tidak membaik dengan sendirinya.
1 Comments