Welcome to my blog guys..

Mitos Seputar Penyakit Rabun Jauh dan Faktanya

Banyak orang memandang  rabun jauh atau miopia melulu  terjadi pada anak-anak. Ada pun  yang bilang pemakaian  kacamata dapat  memperburuk rabun jauh. Padahal, seluruh  itu melulu  mitos yang tidak terbukti kebenarannya.

Rabun jauh adalah salah satu format  kelainan refraksi mata. Ketika merasakan  rabun jauh, penderita tidak dapat  melihat dengan jelas sebuah  objek yang letaknya jauh. Padahal, objek tersebut dapat  dilihat dengan jelas oleh orang yang penglihatannya normal.



Miopi (myopia) diakibatkan  oleh struktur bola mata yang terlampau  panjang atau kornea terlampau  melengkung. Kondisi ini mengakibatkan  cahaya yang diciduk  oleh mata terfokus di depan retina, sampai-sampai  benda yang jauh tampak  buram.

Menguji Kebenaran Mitos Seputar Rabun Jauh
Ada tidak sedikit  mitos seputar rabuh jauh atau miopi. Namun, tidak boleh  mudah percaya dulu, sebab  belum pasti  mitos itu  terbukti kebenarannya. Berikut ini ialah  beberapa mitos tentang  rabun jauh beserta faktanya:

1. Miopi melulu  terjadi pada anak-anak
Miopi seringkali  memang berkembang di masa kanak-kanak, saat  pertumbuhan masih berlangsung. Namun, miopia pun  dapat terjadi pada orang dewasa. Salah satunya dampak  kebiasaan menyaksikan  benda dari jarak yang paling  dekat.

2. Duduk terlampau  dekat dengan TV dapat mengakibatkan  miopi
Kebiasaan menyaksikan  benda dari jarak dekat memang dapat menambah  risiko terjadinya rabuh jauh. Tapi, tidak boleh  langsung memungut  kesimpulan. Bisa saja orang yang sering menyaksikan  TV dari dekat memang sebetulnya  sudah menderita rabun jauh. Penderita miopi lebih suka menyaksikan  TV dari dekat sebab  mereka sulit menyaksikan  jauh.

3. Kacamata bisa  memperburuk rabun jauh
Kacamata dan lensa kontak ialah  salah satu teknik  untuk menolong  penderita rabun jauh supaya  bisa menyaksikan  dengan jelas. Alat tolong  ini memang tidak bisa  mengobati miopi, tetapi pun  tidak menciptakan  miopi jadi kian  parah. Sebaliknya, kacamata dan lensa kontak malah  mencegah kehancuran  pada mata dampak  kondisi miopi yang tidak ditangani.

Perlu diketahui, rabun jauh tetap dapat meningkat  parah walau  telah mengenakan kacamata atau lensa kontak. Namun, urusan  itu  bukan diakibatkan  oleh pemakaian  alat tolong  ini, tetapi  oleh situasi  genetik atau kelaziman  sehari-hari.

4. Operasi laser ialah  solusi jitu untuk menanggulangi  miopi
Rabuh jauh bisa  terjadi andai  bola mata terlampau  panjang atau kornea terlampau  melengkung. Operasi mata dengan laser atau LASIK dapat membetulkan  miopi yang diakibatkan  oleh kelainan format  kornea, namun  tidak dapat membetulkan  panjang bola mata.

Jadi, walau  telah menjalani operasi laser, Anda dapat  saja masih merasakan  rabun jauh bilamana  bola mata Anda pun  terlalu panjang. Namun, setelah format  kornea dibetulkan  dengan operasi laser, situasi  miopi Anda bakal  jadi lebih ringan.

5. Miopi terjadi dampak  cara menyaksikan  yang salah
Mitos ini terdapat  benarnya. Seseorang dapat terpapar  miopi andai  sering menyaksikan  benda dari dekat dalam masa-masa  yang lama, contohnya  membaca, menjahit, atau menyaksikan  layar gadget. Namun, situasi  genetik pun  memegang peranan yang besar.

Jika kita  sering menyaksikan  dekat, pastikan beri jarak selama  35 cm antara mata dengan benda yang dilihat. Terapkan pun  aturan 20-20-20, yaitu masing-masing  20 menit, alihkan pandangan untuk menyaksikan  sejauh 20 kaki (6 meter), sekitar  20 detik. Jika sudah menyaksikan  objek dari dekat sekitar  2 jam, usahakan  istirahatkan mata paling tidak   15 menit.

6. Melihat objek berwarna hijau dapat meminimalisir  atau menangkal  miopia
Mengistirahatkan mata dengan teknik  melihat objek yang jauh di sela-sela aktivitas ialah  hal yang baik guna  dilakukan. Objek berwarna hijau, laksana  tumbuh-tumbuhan, dapat  saja terlihat saat  mata sedang menyaksikan  jauh. Namun, tidak ada kewajiban  untuk menyaksikan  benda atau pemandangan yang berwarna hijau sewaktu mengistirahatkan mata.

7. Miopi diakibatkan  oleh kelaziman  membaca seraya  tiduran Kebiasaan menyimak  sambil tiduran, menyimak  dalam gelap, dan menyaksikan  TV terlampau  lama dapat menciptakan  mata Anda me sti konsentrasi  pada benda-benda yang jaraknya dekat dalam masa-masa  lama. Hal berikut  yang dapat  meningkatkan risiko terjadinya miopi.

Kebiasaan ini lebih sering dilaksanakan  oleh anak-anak. Jadi, andai  Anda menyaksikan  bahwa anak kita  memiliki kelaziman  yang dapat  merusak mata, usahakanlah  untuk memeriksakannya ke dokter mata. Gangguan penglihatan yang terlambat diketahui dapat mengakibatkan  kelainan yang lebih serius, contohnya  mata malas (amblyopia).

8. Tidur lebih mula  dapat menangkal  rabun jauh
Tidak terdapat  bukti ilmiah yang menuliskan   bahwa istirahat  lebih mula  dapat menolong  mencegah miopi. Bukan lamanya istirahat  yang bisa  memengaruhi risiko seseorang untuk terpapar  rabun jauh, melainkan kegiatan  yang dilakukannya sewaktu terjaga.

Bila Anda tidak jarang  tidur larut malam sebab  melakukan kegiatan  yang mewajibkan  Anda untuk menyaksikan  jarak dekat, laksana  bermain game di layar gadget atau menyimak  dengan jarak yang terlampau  dekat, pasti  risiko kita  untuk terpapar  rabun jauh bakal  lebih besar.

9. Makan wortel atau suplemen vitamin A dapat menangkal  atau mengobati rabun jauh

Mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin A memang mempunyai  efek yang baik guna  kesehatan mata. Namun, urusan  itu  belum terbukti mempunyai  efek khusus guna  mengobati rabun jauh. Meski begitu, makanan yang kaya bakal  vitamin A tetap butuh  dikonsumsi secara teratur  untuk mengawal  kesehatan mata.

10. Kacamata dengan minus yang lebih rendah dapat  mengurangi rabun jauh

Mitos ini tidak benar. Mengenakan kacamata dengan kekuatan lensa yang kurang malah  dapat memunculkan  perasaan tidak nyaman, mengakibatkan  mata lelah, dan menambah  risiko terjadinya mata malas. Oleh sebab  itu, gunakanlah kacamata dengan kekuatan lensa yang tepat, supaya  Anda dapat menyaksikan  dengan jelas dan nyaman.

Agar tidak salah informasi seputar kesehatan mata dan penglihatan, tidak boleh  sembarang percaya dengan mitos. Pastikan dulu kebenarannya ke dokter. Untuk mengawal  kesehatan mata, periksakan mata kita  secara teratur  ke dokter spesialis mata. Jika kita  menderita rabun jauh, periksa  ketajaman penglihatan kita  secara rutin  cocok  anjuran dokter.
0 Comments