Welcome to my blog guys..

Waspada Penyakit Ginjal pada Anak, Ini Gejala dan Penyebabnya

Penyakit ginjal pada anak barangkali  masih tersiar  asing. Padahal tak tidak banyak  anak-anak yang menderita penyakit ini. Apabila tidak segera diobati, situasi  ini dapat  menyebabkan sekian banyak   komplikasi yang berbahaya untuk  kesehatan dan tumbuh kembangnya.



Penyakit ginjal pada anak ialah  kondisi saat  organ ginjal anak mengalami kehancuran  atau penurunan fungsi. Ada sekian banyak   hal yang dapat  menyebabkan anak merasakan  penyakit ginjal, mulai dari kelainan bawaan, infeksi, sampai  efek samping obat-obatan tertentu atau keracunan.

Jenis Penyakit Ginjal pada Anak dan Penyebabnya
Berdasarkan kondisinya, penyakit ginjal pada anak terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Penyakit ginjal akut
Penyakit ginjal ini disebutkan  akut bilamana  kerusakan atau penurunan faedah  ginjal terjadi secara seketika  dan tidak melebihi 3 bulan. Penyakit ginjal akut pada anak yang segera diobati umumnya dapat  disembuhkan dan tidak menimbulkan kehancuran  permanen pada ginjal.

Namun andai  penanganannya terlambat atau terjadi kerusakan sampai  melebihi 3 bulan, maka ginjal anak dapat  rusak lebih parah dan menyebabkan kehancuran  menetap pada ginjal.

Berikut ini ialah  beberapa hal  yang dapat  menyebabkan seorang anak merasakan  penyakit ginjal akut:

Kondisi yang menciptakan  aliran darah ke ginjal berkurang atau berhenti secara tiba-tiba, contohnya  kehilangan tidak sedikit  darah dampak  cedera kecelakaan, perdarahan ketika  operasi, luka bakar parah, dan dehidrasi berat.
Infeksi, contohnya  infeksi drainase  kemih dan sepsis.
Paparan racun dan bahan kimia, laksana  merkuri, arsenik, dan timbal.
Efek samping obat-obatan tertentu, khususnya  ada obat-obatan yang me sti dikonsumsi dalam jangka panjang atau dalam takaran  tinggi.
Kondisi yang menghambat pasokan oksigen dan darah ke ginjal, contohnya  henti jantung dan hipoksia.
Peradangan pada ginjal, contohnya  pada sindrom nefrotik dan glomerulonefritis.
Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal pada anak disebutkan  kronis bilamana  penyakit ini dilangsungkan  selama 3 bulan atau lebih. Kerusakan ginjal pada penyakit ginjal kronis dapat  terjadi terjadi secara perlahan atau dimulai  dari penyakit ginjal akut. Kebanyakan permasalahan  penyakit ginjal kronis menyebabkan kehancuran  ginjal yang permanen.

Ada sejumlah  faktor yang dapat  menyebabkan anak merasakan  penyakit ginjal kronis, di antaranya:

Kelainan genetik, contohnya  sistinosis, yakni  kelainan genetik langka yang menyebabkan kehancuran  sel ginjal dan sindrom Alport, yakni  kelainan genetik yang mengakibatkan  gangguan pembentukan organ ginjal, telinga, dan mata.
Cacat lahir, contohnya  anak tercetus  dengan satu ginjal atau tercetus  dengan dua ginjal, namun melulu  satu ginjal yang berfungsi. Penyakit ginjal pun  dapat dirasakan  oleh anak yang tercetus  dengan ginjal yang letaknya tidak pada tempatnya.
Penyumbatan di drainase  kemih yang mempunyai  sifat  menahun.
Penyakit ginjal polikistik.
Penyakit kronis, laksana  diabetes, lupus, dan desakan  darah tinggi yang tidak diobati.
Riwayat penyakit ginjal akut (misalnya sindrom nefrotik dan sindrom nefritis) yang tidak membaik atau terlambat ditangani.
Terlahir dengan berat bermunculan  rendah atau prematur.
Gejala Penyakit Ginjal pada Anak
Pada etape  awal, penyakit ginjal pada anak tidak jarang  kali tidak mengindikasikan  gejala. Gejala baru mulai timbul ketika faedah  ginjal telah  mulai menurun atau rusak. Ketika ginjalnya sudah merasakan  gangguan, anak bisa  menunjukkan sejumlah  gejala inilah  ini:

Bengkak di unsur  wajah, tangan, dan kaki.
Tidak nafsu santap  dan tidak jarang  muntah-muntah.
Kelelahan dan terlihat  pucat.
Merasa nyeri atau terlihat  rewel masing-masing  buang air kecil.
Demam.
Frekuensi buang air kecil menjadi lebih jarang.
Pipis berdarah.
Sering merasakan  sakit kepala.
Sesak napas.
Tumbuh kembang anak terhambat.
Jika anak mengalami fenomena  di atas, segeralah periksakan ke dokter anak guna  mendapatkan penanganan.

Dalam menilai  diagnosis dan menggali  penyebab penyakit ginjal pada anak, dokter akan mengerjakan  pemeriksaan jasmani  disertai penunjang, laksana  tes darah, tes urine, pengecekan  radiologis (seperti USG ginjal dan Rontgen ginjal), sampai  biopsi ginjal.

Penanganan dan Pencegahan Penyakit Ginjal pada Anak
Penanganan penyakit ginjal pada anak tergantung pada penyebabnya. Misalnya, penyakit ginjal yang diakibatkan  oleh desakan  darah tinggi me sti ditanggulangi  dengan menurunkan desakan  darah. Jika diakibatkan  oleh infeksi, maka dokter akan menanggulangi  infeksi yang mengakibatkan  penyakit ginjal dengan obat antibotik.

Untuk penyakit ginjal yang diakibatkan  oleh cacat bawaan lahir, dokter barangkali  akan menyarankan tahapan  operasi untuk membetulkan  bagian ginjal yang cacat atau tidak berfungi dengan baik.

Semakin cepat penyembuhan  didapatkan, maka semakin baik kesempatan  untuk menangkal  terjadinya kehancuran  ginjal permanen pada anak. Jika terlambat ditangani, situasi  ini dapat menyebabkan  gagal ginjal.

Jika anak sudah merasakan  gagal ginjal, penanganan yang akan diserahkan  oleh dokter meliputi:

Obat-obatan dan diet khusus guna  penyakit ginjal.
Cuci darah.
Transfusi darah, andai  gagal ginjal sudah mengakibatkan  anemia.
Transplantasi ginjal.
Pilihan cara  penanganan penyakit ginjal pada anak bakal  disesuaikan dengan penyebab dan seberapa parah situasi  anak ketika  dirawat.

Dengan memahami hal  risiko dan mengenali fenomena  penyakit ginjal pada anak, maka penyakit ini dapat  segera diperiksakan ke dokter dan diobati secepatnya. Jika anak mendapatkan penyembuhan  sejak dini, maka komplikasi dapat ditangkal  dan tumbuh kembang anak dapat  tetap berlangsung  dengan baik.

Sebaliknya, andai  terlambat ditangani, penyakit ginjal pada anak dapat memunculkan  komplikasi berupa hambatan tumbuh kembang, anemia, kehancuran  ginjal permanen, sampai  kematian. Oleh sebab  itu, tidak boleh  tunda guna  memeriksakan anak ke dokter andai  mendapati adanya sejumlah  tanda dan fenomena  penyakit ginjal pada anak.
0 Comments